Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1381
mod_vvisit_counterYesterday2286
mod_vvisit_counterThis week16761
mod_vvisit_counterThis month37166
mod_vvisit_counterAll1933609

DigitalClock

INSENTIF PAJAK, Pengusaha Pertanyakan Kriteria Insentif
Written by Administrator   
Wednesday, 05 December 2012

Harian Kontan, 5 Desember 2012

 

JAKARTA. Janji pemerintah untuk mengucurkan insentif bagi industri dengan banyak tenaga kerja justru membuat pengusaha bingung. Sebab, teknis pengucuran insentif itu sama sekali belum jelas.

Sofjan Wanadi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendapat informasi, pemerintah bakal memberi insentif dalam bentuk capital market. Contohnya, pajak perusahaan yang semula 25%, dipotong 5% menjadi sekitar 20%.

Menurut Sofjan, angka persentase beban pajak itu masih terlalu besar bagi perusahaan yang harus menanggung beban upah tinggi. "Kalo produknya untung sebenarnya nggak masalah ada insentif, tetapi kalau rugi, mau bayar pajak pakai apa?" keluh Sofjan kepada KONTAN, Selasa (4/12).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan pemerintah akan menerbitkan kebijakan soal insentif fiskal bagi perusahaan yang memiliki banyak karyawan. Beleid tersebut ditargetkan akan terbit pada Januari 2013.
Read more...
 
Banten Raup Rp2,4 Triliun dari Pajak Kendaraan
Written by Administrator   
Wednesday, 05 December 2012

mediaindonesia.com, 5 Desember 2012

 

SERANG--MICOM: Pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp2,4 triliun atau sekitar 96,29 persen dari keseluruhan target pendapatan hingga awal Desember 2012.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Provinsi Banten Zaenal Muttaqien di Serang, Selasa, mengatakan pencapaian target pendapatan daerah tersebut merupakan pencapaian tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pendapatan kedua sektor tersebut juga merupakan pendapatan tertinggi dibandingkan sektor lain di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Provinsi Banten.
Read more...
 
Pengusaha Sawit Khawatir Pajak Ekspor CPO
Written by Administrator   
Wednesday, 05 December 2012

tribunnews.com, 5 Desember 2012

 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Pengusaha sawit Sumatera Utara mendesak pemerintah segera menerbitkan regulasi untuk menandingi kebijakan pajak ekspor (PE) crude palm oil (CPO) yang dikeluarkan Malaysia. Meski sempat diwacanakan untuk bernegosiasi soal regulasi untuk mendongkrak harga CPO di pasar dunia, ternyata Malaysia lebih dulu menelikung dengan melakukan revisi PE.

Seperti diketahui, mulai Januari 2013, Malaysia akan menerapkan PE progresif sebesar 4,5 persen saat harga CPO mencapai 2.250 Malaysia Ringgit (MYR) hingga MYR 2.400 per metrik ton (MT), sampai maksimal 8,8 persen untuk harga CPO di kisaran MYR3.450 sampai MYR3.600 per-MT. Padahal selama ini Malaysia memberlakukan bea keluar (BK) dan pajak pengiriman ekspor sebesar 23 persen flat alias tetap untuk harga berapapun.
Read more...
 
DJP: Penerimaan Pajak 2012 Sama dengan 2011
Written by Administrator   
Tuesday, 04 December 2012

investor.co.id, 4 Desember 2012

 

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan berupaya mencapai target penerimaan pajak dalam APBN-P 2012 sama dengan penerimaan pajak 2011.

"Tahun lalu targetnya 97%, kami berusaha paling tidak menyamai penerimaan tahun lalu. Tapi saya tidak berani memberikan janji target tercapai atau tidak, kami berusaha saja kendati situasi pada semester kedua tahun ini berat," kata Dirjen Pajak Fuad Rahmany usai menghadiri peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data DJP per 26 November 2012, dari target penerimaan pajak dalam APBN-P 2012 senilai Rp885,026 triliun, DJP baru memperoleh Rp708,89 triliun atau 80,1% dari target APBN-P 2012.
Read more...
 
Obama Incar Setoran Pajak AS Tembus Ekuivalen Rp 15.200 Triliun
Written by Administrator   
Tuesday, 04 December 2012

analisadaily.com, 4 Desember 2012

 

Washington, (Analisa). Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama membidik setoran pajak senilai US$ 1,6 triliun atau sekitar Rp 15.200 triliun dalam 10 tahun ke depan. Selain itu, Obama juga ingin ada tambahan US$ 50 miliar (Rp 475 triliun) untuk stimulus.
Rencana ini merupakan bagian dari "jurang fiskal" yang selama ini ramai dibicarakan oleh warga AS. Namun, kesepakatan belum juga diambil. Para politisi dari kedua kubu, Republik dan Demokrat, masih melakukan pembicaraan.

Gedung putih juga ingin adanya naiknya batas atas penarikan utang pemerintah AS, tambahan satu tahun bantuan untuk pengangguran, dan melanjutkan pengurangan pajak penghasilan sebanyak 2%. Semua itu masih termasuk dalam satu paket yang diberikan oleh Obama.
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 71 - 80 of 9399