Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday183
mod_vvisit_counterYesterday1548
mod_vvisit_counterThis week1731
mod_vvisit_counterThis month42271
mod_vvisit_counterAll1826813

DigitalClock

Si Hitam Makin Seronok
Written by Administrator   
Monday, 18 February 2008

Batu bara makin mahal dan produsen lokal bisa semakin bersemangat melakukan ekspor. Pengungkapan kasus transfer pricing di Ditjen Pajak sudah hampir rampung.

 

SI HITAM seolah emas. Itulah yang terjadi pada batu bara. Komoditi ini begitu mahal menyusul seretnya pasokan dunia gara-gara sejumlah negara menahan produknya untuk kepentingan domestic. Pekan silam, Jepang pun memulai negosiasi baru dengan produsen batu bara Australia untuk kontrak sepanjang tahun 2008. Syahdan, dalam negosiasi itu, harga batu bara (kalori tinggi) disepakati senilai US$ 90 per ton, rekor sepanjang sejarah.

Malcom Southwood, analis Goldman Sachs di Melbourne, menegaskan, harga dalam beberapa waktu ke muka akan bertahan di level US$ 90 per ton. Soalnya, permintaan dunia benar-benar sangat tinggi terutama dari Cina dan India.

Read more...
 
Direktorat Pajak Ultimatum Sukanto Tanoto Bisa Dilakukan Pemanggilan Paksa
Written by Administrator   
Monday, 18 February 2008

Direktorat Jenderal Pajak mengultimatum Sukanto Tanoto, pemi lik kelompok usaha Raja Garuda Mas (RGM), karena mangkir menghadiri pe meriksaan dugaan penggelapan pajak oleh perusahaan miliknya, PT Asian Agri.

Direktur Intelijen dan Penyidikan Pajak Tjiptardjo mengatakan Sukanto telah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Padahal surat-surat panggilan telah disampaikan ke tiga alamat langsung, yaitu ke rumah Sukanto di Jakarta, kantor Asian Agri Group, dan alamat rumahnya di Singapura. "Kami akan mengirim panggilan yang ketiga. Kalau tidak datang, akan kami lakukan pemanggilan paksa," ujarnya di Jakarta kemarin.

Aparat pajak akan bekerja sama dengan kepolisian dan aparat imigrasi untuk membawanya.

Read more...
 
Benchmark Dirjen Pajak Kejutkan Pengusaha Kelapa Sawit
Written by Administrator   
Monday, 18 February 2008
MedanBisnis – Medan. Para pengusaha kelapa sawit terkejut dengan surat edaran Dirjen Pajak yang berisi benchmark (patokan) produktivitas kelapa sawit. Mereka memandang benchmark tersebut sangat sulit dijangkau, apalagi Dirjen Pajak menyeragamkan produktivitas tanpa memandang umur tanaman.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumut), Timbas Ginting, mengatakan, pihaknya sedang merapatkan surat edaran itu. “Benchmark ini sangat sulit dijangkau perusahaan perkebunan Indonesia,” ujar Timbas kepada wartawan di Medan, akhir pekan lalu.

Dalam surat edaran tersebut, produksi tandan buah segar dipatok antara 20 sampai 30 ton per hektar dalam setahun. Sedangkan rendemen crude palm oil (CPO) 5-7/ha/tahun dan palm kernel oil (PKO) 0,4-0,6/ha/tahun. Harga CPO dan PKO dirata-ratakan sesuai harga FOB Indonesia atau FOB Malaysia dalam setahun.
Read more...
 
Pemerintah Tambah Setoran Pajak 2008 Hingga Rp 9,4 T
Written by Administrator   
Monday, 18 February 2008

Kantor Pajak akan mengejar pajak perusahaan sawit, nikel, batubara, timah dan komoditi lain


JAKARTA. Kalau tidak ada halangan, hari ini pemerintah akan menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2008 kepada Panitia Anggaran DPR. Salah satu langkah pemerintah supaya defisit 2008 tak melebihi Rp 86,38 triliun, antara lain dengan menggenjot penerimaan dari pajak, bea dan cukai.


Meski penerimaan pajak dalam tiga tahun terakhir selalu meleset dari targetnya, tahun ini pemerintah tetap akan menuntut tambahan setoran dari pajak, bea dan cukai. Total jenderal tambahan setoran ini mencapai Rp 9,498 triliun.


Angka di atas dibagi dua. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak harus menambah setoran Rp 1,5 triliun. Sisanya, harus masuk dari Ditjen Bea dan Cukai. Targetnya, setoran cukai bertambah Rp 1,2 triliun. Sementara setoran pendapatan dari bea keluar mencapai Rp Rp 6,7 triliun.

Read more...
 
Pemerintah Terapkan Bea Keluar Tambang
Written by Administrator   
Monday, 18 February 2008

Setelah CPO, ekspor batubara, emas, nikel dan timah terkena pajak ekspor


JAKARTA. Perusahaan tambang batubara, emas, nikel dan timah, bersiaplah mendapat pungutan baru. Namanya Bea Keluar Pertambangan. Jenis pungutan ini sama dengan yang telah dikenakan pada produk minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO). Jadi, pemerintah akan memungut setiap ekspor hasil tambang tersebut.

Itulah beberapa poin yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2008. Rencananya, pemerintah akan menyerahkan perubahan APBN ke DPR, hari ini (Lihat analisis dihalaman ini).


Kini, Departemen Keuangan sedang menyiapkan aturan plus besaran tarif bea keluar pertambangan. Sebagai imbalan, pemerintah akan melonggarkan setoran royalti pengusaha tambang.

Read more...
 
<< Start < Prev 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 Next > End >>

Results 9371 - 9380 of 9399