Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday606
mod_vvisit_counterYesterday1728
mod_vvisit_counterThis week6478
mod_vvisit_counterThis month44412
mod_vvisit_counterAll1940855

DigitalClock

Perancis Naikkan Pajak CPO 300 Persen PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 14 November 2012

Harian Kompas, 14 Nopember 2012

 

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah Perancis akan menaikkan pajak impor minyak kelapa sawit mentah (CPO) hingga 300 persen. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas desakan masyarakat, pelaku usaha lokal, dan kalangan aktivis. Produk CPO dianggap tidak aman bagi kesehatan sehingga harus dikurangi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh di sela-sela acara Journalist Class, di Jakarta, Selasa (13/11), mengatakan, "Pemerintah di sana didesak untuk menerapkan pajak tinggi atas CPO karena tidak aman bagi kesehatan. Bahkan, setiap produk dalam negeri harus mencantumkan bebas kandungan CPO."

Dia mengatakan, tudingan bahwa CPO berbahaya bagi kesehatan sebenarnya pernah dilontarkan sejumlah negara. Produk CPO dinilai mengandung lemak jenuh yang tinggi sehingga berbahaya bagi kesehatan jantung. Namun, tudingan itu sudah dibantah dengan penelitian. "Hasil penelitian tidak menyebutkan CPO berbahaya bagi kesehatan. Jadi tudingan mereka tidak benar, "ujarnya.
Deddy menambahkan, jika kebijakan Pemerintah Perancis tersebut terealisasi, tantangan perdagangan CPO kian besar. Selain dihantam isu kesehatan, CPO juga diterpa isu lingkungan, yang ditudingkan Amerika Serikat dan Uni Eropa. "Konter propaganda soal CPO harus terus disuarakan, "tuturnya.

Secara terpisah Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono mengatakan, Gapki memprediksi volume ekspor produk kelapa sawit seperti palm kernel, CPO, dan produk turunan lain, hingga akhir 2012 akan menembus 18 juta ton. Jumlah tersebut naik 9,09 persen dibandingkan dengan ekspor 2011 yang sebanyak 16,5 juta ton.
 
< Prev   Next >