Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday604
mod_vvisit_counterYesterday1728
mod_vvisit_counterThis week6476
mod_vvisit_counterThis month44410
mod_vvisit_counterAll1940853

DigitalClock

Penerimaan Pajak Mencapai 75,5% PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 19 November 2012

Harian Kontan, 19 Nopember 2012

 

JAKARTA. Kondisi perekonomian global yang sedang krisis berdampak pada melambatnya realisasi penerimaan perpajakan kita. Hingga 31 Oktober 2012 kemarin, penerimaan perpajakan baru Rp 767,8 triliun atau 75,5% dari target di APBN-P 2012 yang sebesar Rp 1.016,2 triliun.

Dari jumlah itu, realisasi penerimaan pajak dalam mencapai Rp 726,3 triliun atau 75% dari target di APBN-P 2012. Direktur Jenderal Pajak Fuad Rachmany mengungkapkan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, realisasi penerimaan pajak memang sedikit lebih rendah. "Kelambanan ekonomi global dan jatuhnya harga komoditas pertambangan mempengaruhi penerimaan pajak sektor itu,"katanya akhir pekan lalu.

Fuad mengakui, masih rendahnya realisasi penerimaan pajak juga akibat setoran pajak bumi dan bangunan (PBB) yang agak terlambat masuk. Per 31 Oktober 2012, realisasi penerimaan PBB baru Rp 8,1 trilun atau 27,3% dari target APBN-P 2012 sebesar Rp 29,7 triliun. "Ada masalah administrasi PBB,"ungkapnya.
Tapi, menurut Fuad, Direktorat Jenderal Pajak sudah melakukan gebrakan dengan memperbaiki administrasi perpajakan untuk menggenjot penerimaan pajak. Sehingga bisa menyelamatkan penerimaan terutama pajak pertambahan nilai (PPN).

Meski agak melambat, pengamat perpajakan Gunadi masih optimistis, target penerimaan perpajakan tahun ini bisa tercapai. Dengan catatan, Ditjen Pajak harus ekstra kerja keras. "Kalaupun target meleset hanya sekitar 5%, "ujarnya kemarin.

Gunadi beralasan, berdasarkan siklus pajak, biasanya penerimaan pajak akan mengalami masa puncak pada Desember nanti. Nah, untuk tahun ini, masih ada dua bulan lagi untuk mengejar target pajak yang merupakan akhir tahun anggaran proyek. Biasanya, ada setoran pajak dari bendaharawan negara, baik dipusat maupun daerah. Hitungan ini akan menambah realisasi penerimaan pajak hingga akhir tahun nanti.

Selain itu, Gunadi bilang, ada beberapa sektor pajak yang bisa dioptimalkan. Misalnya, PPN untuk sektor otomotif dan properti.
 
< Prev   Next >