Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1191
mod_vvisit_counterYesterday1728
mod_vvisit_counterThis week2919
mod_vvisit_counterThis month30967
mod_vvisit_counterAll1815509

DigitalClock

Penerimaan Pajak 'Loyo' Gara-gara Krisis Ekonomi Global PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 20 November 2012

detik.com, 20 Nopember 2012

 

Jakarta - Penerimaan negara dari sektor pajak dan non pajak mengalami penurunan. Alhasil penerimaan negara secara keseluruhan baru mencapai 75 persen target menjelang 2 bulan sebelum akhir 2012 ini. Krisis global menjadi penyebab penerimaan negara 'loyo'.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo tetap 'pede' penerimaan pajak bisa mencapai 100 persen.

"Realisasi penerimaan Sudah 75 persen. Kita harapkan bisa 100 persen," tegas Agus Marto ketika ditemui di tengah acara seminar nasional tentang APBN 2013 di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Menurut Agus Marto penerimaan pajak dari sektor pertambangan memang mengalami penurunan. Namun diharapkan penerimaan pajak dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bisa menutupi kekurangan penerimaan pajak tersebut.
"Kita lihat memang penerimaan di sisi pertambangan sedikit ada koreksi. Tapi dari segi penerimaan PPN terjadi peningkatan yang baik. Jadi kita harapkan akhir tahun ini bisa tercapai," ujarnya.

Namun, Agus Marto khawatir dengan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasalnya, diperkirakan terjadi penurunan di sektor migas dan sumber daya alam (SDA) mengingat terjadi penurunan harga dan permintaan akibat krisis ekonomi global.

"PNBP karena koreksi harga di luar dan permintaan agak terkoreksi. Jadi berdampak pada PNBP kita. Sebagaimana yang kita ketahui yang besar dari migas dan SDA," jelasnya.

Sementara itu, untuk realisasi belanja, Agus Marto yakin belanja modal pemerintah bisa mencapai 90-95 persen. Meskipun saat ini masih sekitar 44 persen.

"Kita berusaha terus lebih baik. Dari sisi kemenkeu harus yakinkan belanja modal ada progres yang baik, ada dokumen yang baik baru akan cairkan. Jadi kita harus yakinkan dengan KL melakukan upaya maksimum realisasi belanja modalnya," tandasnya.
 
< Prev   Next >