Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday752
mod_vvisit_counterYesterday1403
mod_vvisit_counterThis week3740
mod_vvisit_counterThis month41674
mod_vvisit_counterAll1938117

DigitalClock

PENDAPATAN ASLI DAERAH: Tabanan Kehilangan Pajak Hiburan Miliaran Rupiah PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 21 November 2012

bisnis.com, 21 Nopember 2012

 

TABANAN: Pemkab Tabanan, Bali, kehilangan pendapatan asli daerah miliaran rupiah dari sektor pajak hiburan setelah kewenangannya diambil alih pemerintah pusat sebagaimana keputusan Mahkamah Konstitusi.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pesedahan Agung Tabanan I Nyoman Sudarna mengatakan Mahkamah Konstitusi (MK) Juli 2012 silam memutuskan pajak hiburan menjadi kewewenangan pemerintah pusat.

"Padahal kami sudah sempat memungutnya beberapa bulan," katanya, Selasa (20/11/2012) malam.

Kata dia selama Maret-Juni 2012 penerimaan pajak dari lapangan golf internasional, Bali Nirwana Resort, Tanah Lot, mencapai Rp1,2 miliar. Namun sejak bulan Juli pihaknya tidak diperkenankan lagi memungut pajak itu.
Rata-rata PAD yang dihasilkan dari industri itu sekitar Rp300 juta sebulan.

"Hilangnya sumber pendapatan tersebut membuat potensi PAD hilang cukup besar," ujar Sudarna.

Berdasarkan estimasinya, jika potensi PAD dari pajak tersebut sebesar Rp300 juta per bulan, maka dalam setahun diperkirakan kehilangan pendapatan sebesar Rp3,2 miliar.

"Potensi ini bahkan sudah kami masukkan dalam APBD, namun akhirnya hilang," ucapnya.

Dia menuturkan, pada Juli lalu sudah mendatangi wajib pajak, namun berdasarkan keterangan pihak industri diketahui jika pajaknya menjadi kewewenangan pusat.

Hal itu langsung ditanyakan kepada pemerintah pusat karena sebelumnya tidak ada tembusan terkait keputusan MK itu.
 
< Prev   Next >