Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday599
mod_vvisit_counterYesterday1728
mod_vvisit_counterThis week6471
mod_vvisit_counterThis month44405
mod_vvisit_counterAll1940848

DigitalClock

Kemkeu Khawatir PNBP Migas Meleset Akibat BP Migas Bubar PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 26 November 2012

Harian Kontan, 26 Nopember 2012

 

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) punya pekerjaan berat untuk terus mengejar target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sisa tahun 2012. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas) membuat potensi pendapatan PNBP dari sektor migas bisa hilang sampai puluhan triliun.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, tahun ini, target setoran PNBP yang dibebankan pada BP Migas sekitar Rp 278 triliun. Nah, sampai pembubaran BP Migas pada 13 November silam, pemerintah baru menerima setoran dari BP Migas sekitar Rp 200 triliun. Artinya, masih ada kekurangan setoran PNBP sebesar Rp 78 triliun agar bisa memenuhi target sampai akhir tahun.

Melihat ada risiko target itu bakal meleset, Agus berharap, Unit Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas sebagai pengganti BP Migas bisa bekerja normal, sehingga target penerimaan PNBP dari migas bisa tercapai.
Asal tahu saja, selepas bubar, semua fungsi yang selama ini diemban BP Migas bakal dialihkan ke Unit Pelaksana Kegiatan Hulu Migas yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Kami sudah meminta Kementerian ESDM dan unit kerja yang akan menggantikan fungsi BP Migas menjaga pencapaian penerimaan Rp 78 triliun sampai akhir tahun ini, kata Agus, akhir pekan lalu.

Direktur PNBP Direktorat Jenderal Anggaran Kemkeu Askolani menambahkan, target setoran PNBP dari BP Migas yang sebesar Rp 278 triliun itu meliputi PNBP dan Pajak Penghasilan (PPh). Tapi, dari jumlah itu porsi paling besar berupa PNBP migas.

Askolani mengungkapkan, Kemkeu masih terus mendorong Unit Pelaksana Kegiatan Hulu Migas untuk bekerja secara normal supaya tidak ada hambatan untuk bisa menarik potensi penerimaan dari sektor migas hingga akhir tahun.

Pasalnya, jika fungsi BP Migas dalam memungut PNBP tidak dijalankan dengan baik, bakal ada potensi kehilangan penerimaan negara sampai puluhan triliun rupiah. Askolani menggambarkan, potensi pendapatan dari PNBP migas yang bisa diraup negara bisa mencapai Rp 1 triliun per hari.

Meski begitu, Askolani masih optimistis target PNBP dari sektor migas ini bakal tercapai. "Makanya, kami terus berkoordinasi dengan ESDM dan memantau dari hari ke hari," jelas Askolani.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengungkapkan, hingga 7 November 2012, realisasi penerimaan PNBP sudah mencapai Rp 231,5 triliun. Dalam APBNP 2012, pemerintah sudah mematok target PNBP sebesar Rp 341,1 triliun.
 
< Prev   Next >