Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday753
mod_vvisit_counterYesterday2149
mod_vvisit_counterThis week753
mod_vvisit_counterThis month38687
mod_vvisit_counterAll1935130

DigitalClock

Saksi Sebut eks Pejabat Pajak Ubah Spesifikasi Barang di Tengah Tender PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 27 November 2012

detik.com, 27 Nopember 2012

 

Jakarta - Kasus dugaan korupsi pengadaan proyek sistem informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP), jasa pemeliharaan sistem monitoring pembayaran Ditjen Pajak dan pelaksanaan modul penerimaan negara (MPN) Ditjen Pajak, telah bergulir ke pengadilan. Seorang anggota panitia pengadaan menyebut Direktur Informasi Pajak Riza Noor Karim mendadak mengubah spesifikasi di tengah jalannya tender.

"Saya mendapatkan perintah bahwa spesifikasi diubah. Pengubahan itu dilakukan di tengah proses unwishing," ujar Nugroho Agung dalam kesaksiannya di pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (27/11/2012).

Agung merupakan anggota panitia pengadaan yang bertugas dalam melakukan penelitian spesifikasi teknis perangkat yang akan dibeli. Dalam kesaksiannya, Agung sendiri mengaku kaget dengan perintah untuk mengubah spesifikasi barang itu.
"Tapi saya laksanakan saja, karena yang menyuruh itu kan atasan saya," ujar Agung merujuk kepada Riza Nooor yang duduk di kursi terdakwa.

Sebelum melaksanakan perintah pengubahan spesifikasi itu, Agung mengaku sempat bertanya kepada Riza Noor mengenai alasan dari pengubahan itu. "Kata Pak Riza, untuk menghindari urusan dengan KPPU. Karena dengan diubah spesifikasinya, maka semua merk bisa masuk," papar Agung.

Namun alasan Riza seperti yang disampaikan Agung itu sangat bertolak belakang dengan surat dakwaan jaksa dari Kejagung. Dalam dakwaan itu, Riza disebutkan berperan dalam mengubah spesifikasi barang di tengah jalannya tender, agar spesifikasi sesuai dengan produk milik PT Berca Hardaya Perkasa (BHP).

Jaksa menduga, proyek pengadaan SIDJP senilai Rp 43,68 miliar ini, pada proses pelaksanaannya terjadi perubahan spesifikasi teknis yang tidak sesuai prosedur, sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 12 miliar.

Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka kasus ini, yakni Ketua Panitia Lelang Pengadaan SIDJP Bahar, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pulung Sukarno, Direktur PT Berca Hardayaperkasa (BHp) Liem Wendra Halingkar, bekas Direktur IT Ditjen Pajak Riza Noor Karim dan bekas Sekretaris Ditjen Pajak Ahmad Sjarifudin Alsjah.
 
< Prev   Next >