Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday600
mod_vvisit_counterYesterday1728
mod_vvisit_counterThis week6472
mod_vvisit_counterThis month44406
mod_vvisit_counterAll1940849

DigitalClock

Kenaikan Pajak Orang Kaya AS Makin Dekat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 30 November 2012

Harian Kontan, 30 Nopember 2012

 

WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, yakin bisa mencapai kesepakatan pemangkasan defisit anggaran dengan kongres sebelum perayaan Natal tahun ini. Kesepakatan defisit anggaran diperlukan untuk menghindari kesenjangan anggaran lebih dalam atau fiscal cliff pada tahun depan.

Selain memangkas belanja negara untuk menurunkan defisit, AS juga bakal menaikkan pajak orang kaya demi menggenjot pendapatan. Harapan Obama ini sepertinya mendekati kenyataan. Partai Republik yang menjadi oposisi pemerintah AS, telah terpecah dan mulai mendukung rencana Obama menaikkan pajak orang kaya.

Tom Cole, anggota kongres AS dari Partai Republik, mengatakan partainya harus menyetujui rencana kenaikan pajak orang kaya tersebut. Hanya saja, harus dipastikan sebanyak 98% orang Amerika yang memiliki pendapatan di bawah US$ 250.000 per tahun tak mengalami kenaikan pajak tersebut. "Itu akan membahayakan pemulihan ekonomi,"katanya.
AS menerapkan pajak rendah sejak satu dekade lalu, saat kepemimpinan George W. Bush, mantan Presiden AS dari Partai Republik. Kebijakan itu berakhir 31 Desember 2012 dan rencananya diperpanjang hanya untuk masyarakat kebanyakan dengan penghasilan di bawah US$ 250.000 per tahun.

Walaupun setuju menaikkan pajak orang kaya, Partai Republik juga meminta agar Pemerintah AS meningkatkan upaya penarikan pajak dengan menutup celah-celah penghindaran pajak, termasuk memotong anggaran kesehatan Medicare dan Medicaid. Hanya saja, tidak semua anggota kongres dari Partai Republik setuju. "Kenaikan pajak tidak akan menaikkan pertumbuhan ekonomi,"kata John Boehner, juru bicara kongres dari Partai Republik.

Perpecahan di tubuh Partai Republik ini menunjukkan semakin lunaknya sikap partai terhadap rencana kenaikan pajak orang kaya AS. Apalagi Gedung Putih dan Kongres AS hanya memiliki waktu sampai akhir tahun ini untuk menyepakati pemangkasan defisit fiskal dan kenaikan pajak untuk mendapatkan tambahan anggaran sebesar US$ 600 miliar.

Sebelumnya, Obama telah bertemu sejumlah eksekutif perusahaan kelas atas, seperti Goldman Sachs dan Yahoo Inc untuk meminta dukungan kebijakan barunya. Obama juga menggunakan sosial media seperti Twitter dan Facebook untuk mengumpulkan dukungan masyarakat agar Partai Republik segera menyepakati rencana tersebut.
 
< Prev   Next >