Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday239
mod_vvisit_counterYesterday1403
mod_vvisit_counterThis week3227
mod_vvisit_counterThis month41161
mod_vvisit_counterAll1937604

DigitalClock

Obama Menawarkan Negosiasi Pajak Baru PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 06 December 2012

Harian Kontan, 6 Desember 2012

 

WASHINGTON. Batas waktu kesepakatan defisit anggaran Amerika Serikat (AS) tahun 2013 semakin pendek. Namun, negosiasi antara Pemerintah AS yang dipimpin Presiden Barack Obama, dengan Partai Republik yang dipimpin John Boehner, semakin keras. Masing-masing pihak tidak mau mengalah, sehingga dikhawatirkan resesi ekonomi akibat menggelembungnya utang di negeri Paman Sam tersebut akan kembali terjadi.

Jika sampai akhir Desember 2012 Partai Republik tidak menyetujui proposal penyelesaian jurang fiskal atau fiscal cliff, berarti pula rencana Obama menaikkan pajak hanya untuk orang kaya tidak akan terjadi. Partai Republik lebih senang dengan usulan pemangkasan anggaran lebih besar, terutama pada layanan kesehatan Medicare guna mengatasi defisit fiskal.

Negosiasi baru

Dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Obama bersikukuh untuk mendongkrak pajak orang kaya Amerika, yang populasinya hanya 2% dari total penduduk AS. Hanya saja, Obama membuka peluang kenaikan pajak untuk orang kaya lebih rendah dari usulan sebelumnya yang sebesar 39,6%.

Walau Obama membuka peluang kenaikan pajak lebih rendah, pernyataan Presiden AS tersebut menunjukkan bahwa Partai Demokrat lebih solid dibandingkan Partai Republik. "Obama dalam posisi lebih kuat dan ini merupakan posisi negosiasi yang sangat berbeda dari yang terakhir kali," kata Paul Begala, ahli strategi komunikasi Partai Demokrat.

Walau kesepakatan kenaikan pajak orang kaya masih sangat alot, Obama tetap yakin kesepakatan akan terjadi sebelum perayaan Natal. "Kita harus menaikkan pajak dari 2% penduduk AS, tanpa itu tidak akan ada kesepakatan," katanya kepada Bloomberg.

Obama bersikeras menaikkan pajak kepada individu berpenghasilan lebih dari US$ 200.000 per tahun dan pasangan menikah berpenghasilan lebih dari US$ 250.000 per tahun. Kenaikan pajak orang kaya diusulkan seiring dengan berakhirnya aturan pemotongan pajak pada satu dekade lalu, warisan George W. Bush.

Jika usulan ini tidak disetujui maka seluruh warga Amerika akan menerima kenaikan pajak, termasuk pemotongan anggaran belanja negara secara otomatis pada 2013. Hal itu diyakini akan mengakibatkan pemulihan ekonomi AS semakin tidak pasti. Pemerintah AS juga berencana menaikkan batas atas utang negara pada tahun depan dari US$ 16,4 triliun tahun ini.

Tidak segera tercapainya kesepakatan pajak telah membuat sentimen negatif pasar, sehingga harga saham di AS tergelincir. Investor cemas tentang kemampuan Washington menghindari krisis anggaran pada akhir tahun.
 
< Prev   Next >