Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday241
mod_vvisit_counterYesterday1403
mod_vvisit_counterThis week3229
mod_vvisit_counterThis month41163
mod_vvisit_counterAll1937606

DigitalClock

Hasil Pajak Kurang Rp 176 triliun PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 06 December 2012

Harian Kompas, 6 Desember 2012

 

JAKARTA, KOMPAS-Realisasi penerimaan pajak sampai 23 November senilai Rp 708,89 triliun. Jika target sampai akhir tahun adalah Rp 885,03 triliun, realisasinya masih kurang 176,14 triliun. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menyatakan, target penerimaan negara akan diusahakan sampai mendekati 100 persen.

"Diupayakan untuk melampaui (target), terutama dari pendapatan pajak perdagangan internasional dan cukai di samping tetap menjaga penerimaan perpajakan. Tetap bisa mendekati atau mencapai target yang ditetapkan," kata Anny Ratnawati, di Jakarta, Rabu (5/12).

Pengamat pajak dari Danny Darussalam Tax Center, Darussalam, menyatakan, cukup berat bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengejar kekurangan target Rp 176,14 triliun itu dalam sisa waktu sebulan. Namun, sudah lumayan jika realisasi penerimaan pajak tahun ini sama dengan tahun 2011.
Target penerimaan pajak tahun 2011 senilai Rp 878,8 triliun. Realisasi sampai akhir tahun adalah Rp 872,6 triliun atau 99,3 persen dari target.

Dari data DJP, penerimaan pajak sampai 23 November 2012 adalah Rp 708,89 triliun. Terdiri atas PPH nonmigas Rp 337,88 triliun, PPH migas Rp 73,69 triliun, PPN dan PPnBM Rp 276,48 triliun, PBB Rp 17,12 triliun, serta pajak lain-lain Rp 3,7 triliun.

Selama tiga tahun belakangan, target tidak pernah tercapai. Realisasinya rata-rata 98-99 persen. Jika tahun ini target tidak bisa terpenuhi, ini berarti target pajak tak bisa tercapai selama empat tahun berturut-turut.

Lambatnya penerimaan pajak tahun ini, menurut Darussalam, merupakan efek berantai dari krisis global yang berdampak pada perekonomian domestik. Ujung-ujungnya adalah turunnya laba perusahaan. Akibatnya, banyak wajib pajak yang mengajukan pengurangan angsuran PPH badan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Fuad Rachmany menyatakan tidak berani mematok target penerimaan pajak sampai akhir tahun.

Usahanya, ujar Fuad, adalah menginstruksikan semua pegawai pajak di jajaran pelayanan terdepan untuk masuk hari Sabtu selama Desember. "Semuanya harus mulai proaktif mengejar wajib pajak yang belum bayar pajak," kata Fuad.
 
< Prev   Next >