Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1389
mod_vvisit_counterYesterday2286
mod_vvisit_counterThis week16769
mod_vvisit_counterThis month37174
mod_vvisit_counterAll1933617

DigitalClock

Berkah Tarif Pajak Terigu Impor PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 07 December 2012

Harian Kontan, 7 Desember 2012

 

JAKARTA. Kabar baik bagi produsen tepung terigu terbesar Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) merekomendasikan kepada pemerintah untuk menaikkan pajak impor terigu dari 5% menjadi 20%. Hal ini terkait dugaan pelanggaran perdagangan oleh importir terigu yang terindikasi meningkatkan volume secara ilegal.

Jika rekomendasi itu direstui, Indofood bisa tersenyum lebar. Mereka dengan leluasa bisa menaikkan harga terigu.

Analis Mandiri Sekuritas, Oktavius Oky Prakarsa bilang, selama ini harga terigu sulit naik karena selain banjir terigu impor. Pertumbuhan produsen skala kecil nasional beberapa tahun terakhir juga cukup signifikan. Berdasarkan data Mandiri Sekuritas, dari sekitar 5 juta ton pasar terigu nasional, 10%-nya berasal dari pasokan impor.
Oky berpendapat, Indofood dengan produk terigu bermerek Bogasi, bisa mengisi pasar terigu impor. Berdasarkan hitungannya, kontribusi penjualan divisi terigu INDF mencapai 20% dari laba sebelum bunga, depresiasi dan amortisasi (EBITDA). Bogasari tercatat kini menguasi 60% pasar terigu domestik.

Angin surga

Meski belum menghitung kenaikan penjualan Bogasari tahun 2013, Oky memprediksi, pendapatan Indofood tahun depan bisa mencapai Rp 53,9 triliun, naik dari target pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 49,7 triliun. Untuk laba bersih diproyeksikan naik dari Rp 3,5 triliun di 2012 menjadi Rp 4 triliun di 2013.

Analis Etrading Securities, Andrew Argado memandang, kenaikan harga tepung Bogasari akan membantu kinerja Indofood saat Lini usaha agribisnis sedang terpuruk karena lemahnya harga minyak kelapa sawit (CPO). Apalagi kepemilikan Indofood di dua anak usaha agribisnisnya, yakni PT LOndon Sumatra Indonesia Tbk dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk lebih dari 60%. "Prospek INDF masih dibayangi penurunan kinerja lini usaha agribisnis," tuturnya.

Analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro bilang kinerja lini usaha agribisnis Indofood tahun ini di bawah estimasi. Marjin laba brutonya diprediksi turun menjadi 27,7% dari 28,4%. Selain turunnya harga komoditas, kenaikkan harga pupuk sebesar 30% dari tahun 2011 juga menjadi penyababnya.

Namun, Yualdo yakin, laba bersih Indofood tahun 2013 akan mencapai Rp 3,6 triliun dari prediksi tahun 2012 yang sebesar Rp 3,2 triliun. Sementara pendapatannya diprediksi mencapai Rp 53,67 triliun dari asumsi pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 48,6 triliun. Yualdo merekomendasikan beli dengan target harga Rp 7.000, yang merefleksikan PER 17 kali atau lebih rendah dari rata-rata industri, 22 kali.

Oky juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp 6.500 mencerminkan PER 2013 sebesar Rp 13,3 kali. Sementara, Andrew merekomendasikan tahan saham INDF.
 
< Prev   Next >