Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday608
mod_vvisit_counterYesterday1728
mod_vvisit_counterThis week6480
mod_vvisit_counterThis month44414
mod_vvisit_counterAll1940857

DigitalClock

Negara Krisis, Pajak Tukang Dukun Dinaikkan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 11 December 2012

kompas.com, 11 Desember 2012

 

MBABANE, KOMPAS.com — Kesulitan keuangan negara membuat orang semakin kreatif. Seorang anggota parlemen dari Swaziland, negara kerajaan di Afrika, mengusulkan agar pemerintah menaikkan pajak dari dukun tradisional dan tukang ramal. Para dukun di negara monarki terakhir di Afrika bagian selatan itu selama ini membayar lisensi tahunan sebesar 10 emalengeni atau sekitar Rp 11.000.

Namun, anggota parlemen, Majahodvwa Khumalo, mengatakan biaya yang ditarik dukun dari para pasien mereka naik empat kali lipat dalam beberapa tahun ini. Itulah sebabnya untuk membantu keuangan negara mereka harus membayar lebih banyak lagi.

Defisit anggaran Swaziland melonjak hingga 15 persen dari produksi tahunannya pada tahun 2010. Namun, pemerintah dapat menjaga keadaan dengan menggerogoti cadangan devisa bank sentral dan menunda pembayaran gaji pegawai negeri.
Dana Moneter Internasional (IMF) menolak memberikan dana talangan kepada kerajaan tersebut. Pasalnya, Raja Mswati III yang memiliki selusin istri dan memiliki kekayaan pribadi sebesar 200 juta dollar AS menolak memangkas belanja kerajaan atau militer. IMF terus mendesak pemangkasan anggaran di negara yang sangat rumit birokrasinya itu. Pada laporan ekonominya Februari lalu, IMF menyatakan ruang bagi Pemerintah Swaziland menaikkan pungutan pajak sangat terbatas. Termasuk pajak dukun? Gawat....
 
< Prev   Next >