Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1198
mod_vvisit_counterYesterday1728
mod_vvisit_counterThis week2926
mod_vvisit_counterThis month30974
mod_vvisit_counterAll1815516

DigitalClock

DJP Optimis Penerimaan Pajak Bisa di Atas 90 Persen PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 14 December 2012

wartaekonomi.co.id, 14 Desember 2012

 

Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan optimistis penerimaan pajak pada tahun ini bisa di atas 90 persen, meskipun dihantui dengan adanya imbas krisis global. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pajak Fuad Rachmany di Jakarta, Kamis (13/12).

Menurutnya, menjelang akhir tahun ini banyak perusahaan yang mengaku pendapatannya turun karena dampak krisis global yang mengakibatkan produksinya terganggu dan permintaan turun, seperti sektor manufaktur, tekstil, dan elektronik. “Neraca perdagangan turun karena ekspor melambat ini berdampak pada penerimaan karena penerimaan mereka ini turun,” jelasnya.
Untuk mengatasi penurunan tersebut, pihaknya masih berupaya dengan keras agar penerimaan bisa di atas 90 persen. Di mana, berbagai gebrakan dilakukan misalnya dari sisi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). “PPN lumayan tumbuh bagiu tapi tidak bisa menutupi sektor pertambangan. Kita banyak kehilangan di sektor pengolahan, manufacturing ini yang lebih besar,” jelasnya.

Kendati demikian, usaha ekstensifikasi atau perluasan basis pembayaran pajak belum bisa menutup penurunan penerimaan pada tahun ini. “Saya akan mendorong DJP mampu melakukan ekstensifikasi jadi bukan itu-itu saja. Contohnya, kita bergantung pada sektor tradisional seperti pertambangan, manufaktur, ketika kena dampak ekonomi dunia kita jeblok ini karena basis pajaknya sempit. Jadi kita berharap semua orang Indonesia bayar pajak,” pungkasnya.
 
< Prev   Next >