Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday752
mod_vvisit_counterYesterday1403
mod_vvisit_counterThis week3740
mod_vvisit_counterThis month41674
mod_vvisit_counterAll1938117

DigitalClock

Risiko Shortfall Rp 54 Triliun PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 20 December 2012

Harian Bisnis Indonesia, 20 Desember 2012

 

JAKARTA—Realisasi penerimaan pajak tahun ini diperkirakan tidak mencapai target yang dipatok dalam APBN-P 2012 sebesar Rp885,02 triliun.

Pengamat pajak Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Gunadi mengungkapkan setoran pajak berisiko kurang dari target (shortfall) pada kisaran 3%-5%.

“Kemungkinan ada kekurangan setoran sebesar Rp27-Rp54 triliun karena realisasinya mungkin hanya 95%-97%,” ujar Gunadi kepada Bisnis, Rabu (19/12).

Menurut Gunadi, risiko shortfall tersebut masih bisa dikatakan normal apa lagi di tengah kondisi krisis global saat ini.

Kendati tak memenuhi target APBN-P 2012, Gunadi optimistis masih ada beberapa cara yang bisa di lakukan Ditjen Pajak untuk menggenjot setoran pajak
Pemerintah, lanjut Gunadi, dapat menghimpun setoran pajak dari bendaharawan pusat dan daerah dengan mendorong realisasi belanja. Selain itu, Ditjen Pajak dapat mengimbau para pelaku usaha untuk membayarkan tunjangan karyawan pada bulan ini untuk menggenjot penerimaan Pajak penghasilan.

Langkah lainnya yang bisa dilakukan adalah menghimpun setoran dari sektor otomotif dan properti. “Dua sektor ini sedang booming. Dari kedua sektor itu, bisa digenjot PPN dan PPnBM,” sambungnya.

Berdasarkan data yang di peroleh Bisnis, realisasi penerimaan pajak per 7 Desember telah mencapai Rp755,33 triliun atau 85% dari target dalam APBN-P 2012.

Realiasasi tersebut lebih tinggi 17,28% dibandingkan dengan penerimaan Januari-Desember 2011 yang sebesar Rp644,05 triliun.
 
KONDISI GLOBAL
 
Darussalam, pengamat pajak dari Tax Centre, memperkirakan target penerimaan pajak berisiko tak tercapai karena terpengaruh oleh kondisi ekstenal ekonomi yakni krisis keuangan global.

“Target pajak harusnya disesuaikan dengan kondisi riil perekonomian Indonesia karena sudah 4 tahun enggak pernah tercapai.

Jadi, targetnya sebaiknya bisa direvisi,” katanya.

Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo sebelumnya mengaku optimistis penerimaan pajak bisa mencapai lebih dari 90% pada akhir tahun ini.

“[Setoran] Pajak masih kita kejar. Saya meyakini di atas 90% akan kita capai,” kata Agus.

Pada tahun lalu, capaian penerimaan pajak hanya terdeviasi 2,76% dari target APBN-P 2011.

Ditjen Pajak mencatat setoran pajak hingga akhir 2011 mencapai Rp742,63 triliun atau 97,24% dari target APBN-P 2011, yakni Rp763,70 triliun.
 
< Prev   Next >