Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday131
mod_vvisit_counterYesterday2006
mod_vvisit_counterThis week9867
mod_vvisit_counterThis month37915
mod_vvisit_counterAll1822457

DigitalClock

Penerimaan Pajak Diproyeksikan Rp794 Triliun PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 21 December 2012

inilah.com, 21 Desember 2012

 

INILAH.COM, Jakarta - Penerimaan pajak sampai 10 hari jelang akhir tahun baru mencapai Rp794 triliun. Padahal target sebelumnya Rp885 triliun pada tahun ini.

"Sampai pada 18 Desember kita baru mencapai penerimaan pajak Rp794 triliun. Masih ada kekurangan 90 triliun sampai 31 Desember nanti," ujar Ditjen Pajak Fuad Rahmany, Kamis (20/12/2012).

Menurut dia, kekurangan Rp90 triliun rasanya tidak akan tercapai secara sempurna. Alasannya waktu yang sangat terbatas jelang akhir tahun. "Tetapi setidaknya 5% kekurangan yang akan dicapai," katanya.

Untuk itu pihaknya memerintahkan pada 31 Desember seluruh kantor pajak dan bank tetap buka pada saat itu. Bukanya harus sampai sore sebagaimana jam kerja. Meskipun sudah ada dari Kementerian Kesejahteraan mengeluarkan cuti bersama.
Tambah Fuad, ini dilakukan untuk menggenjot target penerimaan pajak yang menyisa 10% lagi. Meskipun harapannya yang akan tercapai 5%. Fuad tetap berharap masyarakat ikut memantau kantor perbankan yang tutup lebih cepat.

"Laporkan saja ke saya bank mana saja yang tutup lebih awal pada 31 Desember nanti. Padahal bank harus tetap buka sampai jam sore. Karena saya ingin masyarakat yang membayar pajak terlayani, sehingga laporan penerimaan pajak maksimal bisa dibukukan tahun ini," katanya.

Lanjut Fuad, pegawai pajak dan bank pada hari terakhir 2012 harus rela masuk. Ini sudah kebijakan Fuad, demi mengejar sisa target yang akan dicapai.

"Pada 31 Desember kita menerima pajak PPN karena untuk PPH harus sudah disetor pada 20 Desember. Namun saya belum ada data berapa jumlah yang riilnya," jelasnya.
 
< Prev   Next >