Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday171
mod_vvisit_counterYesterday1548
mod_vvisit_counterThis week1719
mod_vvisit_counterThis month42259
mod_vvisit_counterAll1826801

DigitalClock

Yunani Incar Utang Pajak Orang Kaya PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 26 December 2012

Harian Kontan, 26 Desember 2012

 

ATHENA. Komisi Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) mendorong Pemerintah Yunani menindak para wajib pajak yang melanggar pembayaran pajak dan menghindari membayar pajak. Tujuan tindakan itu adalah Beberapa wajib pajak yang menjadi incaran untuk menambal pemasukan negara tersebut antara lain dokter dan pengacara.

Dalam laporannya, Komisi Eropa dan IMF, mengatakan Yunani hanya mengumpulkan setengah utang pajak yang ditargetkan sebelumnya. Dua kreditur dunia tersebut telah menargetkan penarikan utang pajak atau tunggakan pajak senilai € 2 miliar. Sedangkan sejauh ini Yunani hanya mampu menraik pajak terutang sebesar € 1,1 miliar.
Jumlah penarikan pajak yang kecil menjadi alasan mengapa IMF dan Komisi Uni Eropa meminta Yunani meningkatkan upaya menarik pajak terutang. "Itu mengungkapkan kekhawatiran, pihak berwenang Yunani tak bersungguh-sungguh memerangi penggelapan pajak dari orang sangat kaya dan beberapa profesi bebas dengan risiko pembayaran pajak terendah,"kata laporan IMF, seperti dikutip Reuters.

Upaya kurang sungguh-sungguh dalam mengumpulkan pajak, juga terlihat dari jumlah pemeriksaan pajak yang cenderung menurun. Sampai akhir September 2012, Yunani hanya memeriksa 440 tersangka wajib pajak kaya, kurang dari target 1.300 tersangka. Dalam laporannya, IMF dan Uni Eropa meminta Yunani fokus pada kasus yang paling mungkin menghasilkan dana. "Dokter dan pengacara adalah profesi paling baik untuk memulai,"katanya.

Penggelapan pajak adalah salah satu kasus endemik yang dialami Pemerintah Yunani. Jika negara tersebut tidak sungguh-sungguh memerangi aksi penggelapan pajak, dikhawatirkan tidak mampu membayar bailout internasional senilai € 240 miliar. Bahkan, Yunani juga akan sulit menopang keuangan negara.

Negara yang dalam lima tahun ini ekonominya terus menyusut, sedang berjuang meningkatkan pendapatan negara dan menurunkan defisit fiskal. Caranya, menggenjot pajak dan memangkas anggaran belanja. Namun selama ini Yunani lebih banyak mengandalkan penarikan pajak dari kelas menengah yang sulit menyembunyikan pendapatannya dibanding orang-orang kaya.

Setelah reses Natal, Parlemen Yunani akan memutuskan undang-undang (UU) pajak baru. Dengan UU baru itu, Yunani diharapkan akan mampu mengumpulkan € 2,5 miliar selama dua tahun kedepan. Nilai itu menjadi bagian dari paket penghematan anggaran senilai € 13,5 miliar.

Dalam laporan Komisi Uni Eropa dan IMF juga menyebutkan, dua lembaga itu akan terus mendorong perbaikan administrasi dan penarikan pajak yang lebih adil di Yunani. Pembenahan pajak menjadi salah satu syarat restrukturisasi bailout.

Disebutkan, selama ini individu dan perusahaan di Yunani dirugikan atas berbagai utang pajak senilai € 53 miliar, hampir seperempat produk domestik bruto (PDB). Realisasi penarikan utang pajak hanya 15%-20% karena sejumlah besar kasus sudah tua dan banyak pengemplang pajak telah gulung tikar. Tahun lalu Yunani telah mengeluarkan daftar pengempalng pajak, dengan utang pajak terbesar dipegang perusahaan kereta api negara, OSE.
 
< Prev   Next >