Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday173
mod_vvisit_counterYesterday1301
mod_vvisit_counterThis week10838
mod_vvisit_counterThis month31222
mod_vvisit_counterAll1722719

DigitalClock

Tagih Pajak, Kemkeu Gandeng Polisi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 20 January 2016
Harian Kontan 20 Jan 2016
 
SETELAH menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN), Kemkeu kini memperkuat kerjasama dengan kepolisian. Dalam kerjasama ini Kemkeu dan kepolisian akan bertukar informasi dan pelatihan intelijen. Dalam kerjasama ini, Kemkeu akan menjalin kerja sama dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim),  Badan  Pemelihara  Keamanan (Baharkam), dan Badan Intelijen Keamanan Polri. Kerjasama sudah terjalin sejak 8 Maret 2012 dan akan diperkuat dengan pelatihan intelijen, pendampingan penagihan penunggak pajak, dan asistensi penyidikan pajak.
 
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro bilang  selama  ini petugas pajak kerap kesulitan menagih pajak. Kesulitan muncul karena penunggak pajak memiliki bodyguard atau beking, baik preman atau oknum aparat. "Sejak Polri memberi  dukungan, kami lebih mudah menarik tunggakan," ujarnya, Selasa (19/1). Kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan  penerimaan  pajak melalui penegakan hukum, apalagi tahun ini adalah tahun penegakan hukum pajak.
Kapolri Badrodin Haiti menyatakan, Polri akan mendukung peningkatan kepatuham pembayar pajak. Saat ini, jumlah wajib pajak (WP) patuh hanya 900.000 WP. "Banyak pengusaha  yang menghindar membayar pajak, dananya disimpan di luar negeri," jelasnya.
 
Sepanjang 2015, ada 28 WP diusulkan untuk sandera badan atau gijzeling.  Terdiri 24 WP badan dan 4 WP orang pribadi, total nilai tagihan mencapai Rp 135 miliar.   
 
< Prev   Next >