Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday282
mod_vvisit_counterYesterday751
mod_vvisit_counterThis week1033
mod_vvisit_counterThis month13541
mod_vvisit_counterAll1511025

DigitalClock

Asosiasi Emiten Minta Penghapusan Pajak Dividen Emiten berharap insentif pajak perusahaan go public PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 03 September 2007

Asosiasi Emiten Minta Penghapusan Pajak Dividen Emiten berharap insentif pajak perusahaan go public segera terbit

Ewo Raswa JAKARTA.

Pembicaraan soal insentif pajak bagi emiten saham di bursa makin menghangat. Yang terbaru, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) juga mengajukan segudang usulan perihal keringanan pajak ini. Selain soal insentif pajak bagi perusahaan yang bakal masuk bursa melalui initial public of fering (IPO), AEI juga mengusulkan agar Pajak Penghasilan (PPh) atas dividen dihapuskan. Dengan begitu, tidak ada lagi pajak ganda (double taxation). Menurut Airlangga Hartarto, Ketua Umum AEI, selama ini, dividen terkena pajak dua kali. Ketika berwujud laba perusahaan, ia telah terkena Pajak Penghasilan (PPh). Tapi, begitu menjadi dividen, ia terkena pajak lagi. "Secara efektif, pajaknya bisa mencapai 50%," kata Airlangga, Kamis kemarin (30/8). Airlangga bilang, usulan ini bukan hanya berasal dari emiten tetapi juga dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Nah, usulan tersebut akan dibahas oleh Panitia Kerja Dewan Perwakilan Rakyat, pekan depan.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany enggan berkomentar seputar usulan itu. "Tolong tanya langsung ke Pak Darmin Nasution (Direktur Jenderal Pajak)," ujarnya singkat. Sekadar informasi, pemerintah masih menggodok insentif bagi perusahaan yang hendak melantai di bursa. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengisyaratkan bakal memberi potongan PPh sebesar 5% bagi perusahaan yang melepas minimal 40% sahamnya ke publik.

Dua skema isentif PPh Menurut Airlangga, AEI sebenarnya mengusulkan dua skema untuk insentif pajak perusahaan yang mau go public itu. Pertama, perusahaan yang melepas saham minimal 15% seharusnya diberi potongan PPh antara 2%3%. Kedua, perusahaan yang melepas saham minimal 30% memperoleh keringanan PPh hingga sebesar 5%. Artinya, perusahaan ini cukup membayar PPh 25% saja. "Jadi, yang dyaga selisihnya. Ini yang membedakan perusahaan tertutup dan perusahaan terbuka," imbuh Airlangga. Ironisnya, di tengah pembicaraan soal insentif pajak untuk perusahaan go public itu, Air langga justru memperkirakan bahwa emiten baru yang melantai hingga akhir 2007 tak akan terlalu banyak. Ini akibat krisis kredit perumahan di Amerika Serikat (AS) yang menerjang pasar finansial global. Padahal, Bursa Efek Jakarta (BEJ) menargetkan emiten baru tahun ini bakal mencapai 25 perusahaan.

Last Updated ( Tuesday, 13 November 2007 )
 
< Prev   Next >