Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday604
mod_vvisit_counterYesterday1728
mod_vvisit_counterThis week6476
mod_vvisit_counterThis month44410
mod_vvisit_counterAll1940853

DigitalClock

Pembetulan Faktur Pajak PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 15 December 2007

Pembetulan Faktur Pajak

 

Yth. My Tax Advisor,

Saya seorang staf pajak dari salah satu perusahaan consumer goods di Jakarta. Saya ingin menanyakan bagaimana menyelesaikan permasalahan penulisan Faktur Pajak Standar yang keliru. Berikut kronologisnya (nama dan NPWP hanya rekaan).

Pada tanggal 25 Maret 2007, kami menjual barang dagangan kamikepada PT ABC dengan NPWP 01.001.756.9-032.000. Faktur Pajak Standar yang kami buat pada waktu itu bernomor seri 010.000.07.00000085 tertanggal 25 Maret 2007 dengan PPN senilai Rp 1.500.000,-. Faktur Pajak Standar tersebut telah kami laporkan dalam SPT PPN masa pajak Maret 2007 dan PPN-nya telah kami setorkan pada tanggal 13 April 2007.

Pada tanggal 8 Mei 2007 lalu, perusahaan kami menerima surat dari PT ABC tadi yang menyatakan bahwa nama dan NPWP yang kami cantumkan dalam Faktur Pajak Standar bernomorseri 010.000.07.00000085 tersebut salah. Seharusnya nama yang dicantumkan adalah PTBCA dengan NPWP 01.001.755.9-032.000. Sementara untuk alamat dan nilai PPN serta data lainnya benar. Pertanyaan saya adalah:

1. Bagaimana cara melakukan pembetulan atas Faktur Pajak Standar yang salah tersebut?

2. Apa implikasinya bagi perusahaan saya dan mitra jika terjadi pembetulan Faktur Pajak Tersebut?

Mohon    penjelasannya.    Dan    terima    kasih    atas perhatiannya.

 

NN

Dengan hormat,

Kesalahan dalam mencantumkan nama, alamat, NPWP atau keterangan lain dalam sebuah Faktur Pajak Standar memang akan menimbulkan masalah yang cukup pelik, baik bagi penerbit maupun penerima Faktur Pajak Standar.

Bagi penerbit Faktur Pajak Standar (dalam konteks ini perusahaan Saudara/i), kesalahan dalam membuat Faktur Pajak Standar dapat mengakibatkan pengenaan sanksi administrasidendasebesar2%darijumlahDasarPengenaan Pajak (DPP). Perusahaan Saudara/i dapat dianggap menerbitkan Faktur Pajak Standar cacat (tidak benar, tidak lengkap atau tidak jelas). Sementara di sisi penerima Faktur Pajak Standar (yang dalam konteks ini adalah PT BCA), juga dapat menimbulkan kerugian karena yang bersangkutan tidak boleh mengkreditkan Faktur Pajak Standar cacat tersebut di SPT Masa PPN-nya.

Berkaitan dengan kesalahan pembuatan Faktur Pajak Standar tersebut, sebenarnya di dalam Lampiran VIII Peraturan Dirjen PajakNo.PER-159/PJ./2006telahdijabarkan tata cara pembetulan Faktur Pajak Standar yang salah yang dalam hal ini dilakukan dengan cara pembuatan Faktur Pajak Standar pengganti.

Merefer kepada peraturan tersebut, tata cara pembuatan Faktur Pajak Standar pengganti adalah sebagai berikut (misalkan pembuatan Faktur Pajak Standar pengganti dilakukan tanggal 8 Mei 2007):

• Buat Faktur Pajak Standar Pengganti (baru) bernomor seri 011.000.07.000000xx ("xx" diisi dengan nomor urut Faktur Pajak Standar pada tanggal 8 Mei 2007).Tanggal Faktur Pajak Pengganti tersebut diisi dengan tanggal 8 Mei 2007. Kemudian Faktur Pajak Standar Pengganti ini diberi cap yang mencantumkan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Standar yang diganti seperti berikut:

 

Faktur Pajak Standar yang diganti:

Nomor       : 010.000.07.00000085

Tanggal     : 25 Maret 2007

 

• Berikan lembar pertama Faktur Pajak Standar Pengganti tadi kepada PT BCA. Sedangkan lembar ke-2 disimpan sebagai arsip dan disatukan dengan Faktur Pajak Standar yang salah karena Faktur Pajak Standar yang salah merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan Faktur Pajak Standar Pengganti.

 

Karena Faktur Pajak Standar yang salah (bernomor seri 010.000.07.00000085) telah dilaporkan di dalam SPT PPN Masa Pajak Maret 2007, maka implikasi dari adanya pembuatan Faktur Pajak Standar Pengganti tadi, mau tidak mau memang mengharuskan perusahaan Saudara/i untuk melakukan pembetulan terhadap SPT PPN Masa Pajak Maret 2007. Namun karena pembetulan Faktur Pajak Standar tadi tidak menyangkut jumlah DPP dan PPN, maka dapat dipastikan tidak akan ada sanksi pajak yang dapat dikenakan kepada perusahaan Saudara/i.

Dalam SPT PPN Masa Pajak Maret 2007, yang perlu dilakukan pembetulan adalah Formulir 1107-A (Daftar Pajak Keluaran). Dalam formulir ini, kolom Faktur Pajak/Nota Retur yang terdapat pada bagian //. Penyerahan Dalam Negeri Dengan Faktur Pajak, diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Standar Pengganti (011.000.07.000000xx) dan tanggal 8 Mei 2007. Sedangkan dalam kolom Kode dan No. Seri FP Yang Diganti (kolom yang berada di pojok kanan) diisi dengan 010.000.07.00000085 (Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Standar yang salah).

Faktur Pajak Standar Pengganti 011.000.07.000000xx tertanggan 8 Mei 2007 tersebut, selain dilaporkan dalam SPT PPN Masa Pajak Maret 2007 (pembetulan) juga harus dilaporkan dalam SPT PPN Masa Pajak Mei 2007. Caranya dengan mengisi kolom Faktur Pajak/Nota Retur yang terdapat pada bagian //. Penyerahan Dalam Negeri Dengan Faktur Pa/afc, tetapi pada kolom DPP, PPN dan kolom PPnBM diisi dengan angka 0 (nol). Kemudian dalam kolom Kode dan No. Seri FP Yang Diganti (kolom yang berada di pojok kanan) diisi dengan 010.000.07.00000085 (Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Standar yang salah).

Perlu kami tambahkan semua prosedur penggantian FP tersebut di atas tidak mudah diaplikasikan ke dalam e-SPT form 1107. Sehingga solusinya adalah membuat FP pengganti dan pelaporan SPT PPN secara manual

 

Demikian penjelasan kami,terima kasih.

Hormat kami,

Pengasuh.

 

( Indonesian Tax Review Digest Volume IV/Nomor 02/2007 )
 
< Prev   Next >