Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1389
mod_vvisit_counterYesterday2286
mod_vvisit_counterThis week16769
mod_vvisit_counterThis month37174
mod_vvisit_counterAll1933617

DigitalClock

Perubahan Pajak SPN Menopang Reksadana PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 15 February 2008

Surat Perbendaharaan Negara bisa menjadi instrumen jangka pendek yang likuid

JAKARTA. Ada kabar gembira buat investor yang doyan memburu instrumen jangka pendek. Pemerintah kini tengah menyusun amandemen Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2006 tentang PPh Diskonto Surat Utang Negara (SUN) jangka pendek atau Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, amandemen itu akan mencakup tiga hal. Pertama, ada perubahan perlakuan pajak atas diskonto SPN. Jika sebelumnya pemerintah memungut pajak final 20% di pasar perdana, nantinya penarikan pajak itu di pasar sekunder. "Jadi, pungutan pajak itu hanya terdapat capital gain (keuntungan dari kenaikan harga) di pasar sekunder, "kata Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan (Depkeu) di Jakarta, kemarin.

Dua perubahan penting lainnya adalah mengenai tax treaty atau kebijakan pajak untuk investor asing, serta pembebasan pajak untuk bank, dana pensiun, dan reksadana. Untuk reksadana, pembebasan pajak berlaku selama lima tahun.

Ketentuan itu sama dengan ketentuan pajak dalam SUN konvensional. Sebelumnya ketentuan ini tidak berlaku untuk SPN. "Ini menegaskan SPN itu termasuk SUN. Jadi, perlakuan dan level of playing field-nya harus sama, "imbuh Rahmat.

Menjaga Likuiditas

Para pelaku pasar sontak gembira menyambut kabar itu. Direktur Bank Lippo Gottfried Tampubolon sangat mensyukuri perubahan pengenaan pajak itu. Sebab, pengenaan pajak yang lama menyulitkan bank pembeli SPN dalam hal pembukuan. "Mau jual beli juga sulit, likuiditasnya terbatas, "kata dia. Pengecualian itu juga akan membuat peminat SPN meningkat.

Industri reksadana juga bakal menerima berkah, kendati mungkin bakal jadi objek pajak final. Sebab, kini mereka punya pilihan instrumen investasi lain. "SPN bisa jadi alternatif portofolio jangka pendek yang sangat baik untuk reksadana, "terang Winston Sual, Direktur Panin Sekuritas. Produk reksadana yang paling untung terutama adalah reksadana pasar uang.

Direktur First State Investments Putut Endro Andanawarih menambahkan, bila pasarnya likuid, semua manajer investasi (MI) juga bisa memakai SPN untuk menjaga likuiditas investasi jangka pendek.

Cipta Wahyana, Barly Halim Noe, Andri Setyawan

 

Harian Kontan, 15 Pebruari 2008 

 
< Prev   Next >