Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday117
mod_vvisit_counterYesterday2006
mod_vvisit_counterThis week9853
mod_vvisit_counterThis month37901
mod_vvisit_counterAll1822443

DigitalClock

Menhut Berjanji Tak Segan Mencabut Izin Sewa Hutan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 15 February 2008

Sejak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2/2008 tentang Jenis dan Tarif Penggunaan Kawasan Hutan, Departemen Kehutanan (Dephut) mulai bertaji. Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban menyatakan tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengusaha yang melanggar kewajiban, misalnya tidak menjaga kelestarian hutan dan membayar pajak kepada pemerintah.

Maklum, Kaban menilai aturan sewa hutan yang baru terbit itu sebenarnya sudah terlampau lunak kepada pengusaha hutan. Contohnya, penyewa tak lagi wajib menyediakan lahan sebanyak dua kali lipat dari areal yang disewa. Mereka cukup membayar ongkos sewa berdasarkan ketentuan PP Nomor 2/2008. "Ini usaha agar pemerintah memberi pelayanan yang mudah dan cepat, "kata Kaban, kemarin (14/2).

Sejak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2/2008 tentang Jenis dan Tarif Penggunaan Kawasan Hutan, Departemen Kehutanan (Dephut) mulai bertaji. Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban menyatakan tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengusaha yang melanggar kewajiban, misalnya tidak menjaga kelestarian hutan dan membayar pajak kepada pemerintah.

Maklum, Kaban menilai aturan sewa hutan yang baru terbit itu sebenarnya sudah terlampau lunak kepada pengusaha hutan. Contohnya, penyewa tak lagi wajib menyediakan lahan sebanyak dua kali lipat dari areal yang disewa. Mereka cukup membayar ongkos sewa berdasarkan ketentuan PP Nomor 2/2008. "Ini usaha agar pemerintah memberi pelayanan yang mudah dan cepat, "kata Kaban, kemarin (14/2).

 

Harian Kontan, 15 Pebruari 2008 

 
< Prev   Next >