Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday87
mod_vvisit_counterYesterday2427
mod_vvisit_counterThis week13730
mod_vvisit_counterThis month38773
mod_vvisit_counterAll2040247

DigitalClock

Menhut Berjanji Tak Segan Mencabut Izin Sewa Hutan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 15 February 2008

Sejak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2/2008 tentang Jenis dan Tarif Penggunaan Kawasan Hutan, Departemen Kehutanan (Dephut) mulai bertaji. Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban menyatakan tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengusaha yang melanggar kewajiban, misalnya tidak menjaga kelestarian hutan dan membayar pajak kepada pemerintah.

Maklum, Kaban menilai aturan sewa hutan yang baru terbit itu sebenarnya sudah terlampau lunak kepada pengusaha hutan. Contohnya, penyewa tak lagi wajib menyediakan lahan sebanyak dua kali lipat dari areal yang disewa. Mereka cukup membayar ongkos sewa berdasarkan ketentuan PP Nomor 2/2008. "Ini usaha agar pemerintah memberi pelayanan yang mudah dan cepat, "kata Kaban, kemarin (14/2).

Sejak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2/2008 tentang Jenis dan Tarif Penggunaan Kawasan Hutan, Departemen Kehutanan (Dephut) mulai bertaji. Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban menyatakan tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengusaha yang melanggar kewajiban, misalnya tidak menjaga kelestarian hutan dan membayar pajak kepada pemerintah.

Maklum, Kaban menilai aturan sewa hutan yang baru terbit itu sebenarnya sudah terlampau lunak kepada pengusaha hutan. Contohnya, penyewa tak lagi wajib menyediakan lahan sebanyak dua kali lipat dari areal yang disewa. Mereka cukup membayar ongkos sewa berdasarkan ketentuan PP Nomor 2/2008. "Ini usaha agar pemerintah memberi pelayanan yang mudah dan cepat, "kata Kaban, kemarin (14/2).

 

Harian Kontan, 15 Pebruari 2008 

 
< Prev   Next >