Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday120
mod_vvisit_counterYesterday2006
mod_vvisit_counterThis week9856
mod_vvisit_counterThis month37904
mod_vvisit_counterAll1822446

DigitalClock

Jika Tak Datang Lagi, Sukanto Tanoto Jadi Buron PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 15 February 2008

DUGAAN PENGGELAPAN PAJAK

JAKARTA. Ini peringatan Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak bagi Sukanto Tanoto. Jika konglomerat pemilik Raja Garuda Mas, induk usaha Asian Agri Group, tak memenuhi undangan aparat pajak yang ketiga kalinya, aparat pajak akan langsung menetapkannya sebagai buron.

Peringatan ini meluncur dari Kantor Pajak sehubungan upaya aparat pajak mengusut dugaan penggelapan pajak di Asian Agri senilai Rp 1,3 triliun. Kantor pajak mengaku sudah dua kali melayangkan surat panggilan kepada Sukanto, baik ke alamat yang ada di Jakarta maupun tiga alamat tempat tinggalnya di Singapura. Tapi Sukanto Tanoto tetap tak mengindahkan panggilan itu.

Direktur Intelijen dan Penyidikan Pajak M. Tjiptardjo menyatakan, akan segera melayangkan panggilan ketiga, plus panggilan paksa. "Jika tidak datang juga, kami akan memasukan namanya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), "katanya, Kamis (14/2).

Taruh kata Ditjen Pajak menetapkannya sebagai buron, bukan berarti aparat pajak akan mudah membawa pulang Sukanto dari Singapura. Indonesia dan Singapura memang sudah meneken perjanjian ekstradisi, tetapi perjanjian itu belum efektif. Sebab hingga kini DPR belum meratifikasi.

Lagipula Singapura menetapkan syarat; hanya akan mengekstradisi buron berstatus terpidana yang sudah menerima vonis berkekuatan hukum tetap. Padahal hingga kini status Sukanto baru sebagai saksi, belum tersangka dan masih jauh dari terpidana.

Sebagai catatan, sampai saat ini penyidik pajak belum melimpahkan kasus Asian Agri ke Kejaksaan Agung. Meskipun, aparat pajak sudah menetapkan 11 tersangka dalam kasus ini. Belasan tersangka itu berasal dari kalangan petinggi Asian Agri. Tjiptarjo beralasan masih perlu menganalisis sejumlah dokumen yang ada. "Sebentar lagi selesai, "katanya.

Dirjen Pajak Darmin Nasution, juga masih enggan memberitahu hasil pemeriksaan. Ia masih memegang target pada Maret 2008 untuk penetapannya. "Informasinya masih berkembang, kerugian sangat mungkin membengkak termasuk jumlah tersangka, "kata Darmin.

menanggapi ancaman Ditjen Pajak, Asian Agri malah makin tak habis pikir. "Urgensinya apa Sukanto Tanoto di panggil, kan yang tahu lebih banyak adalah direktur yang telah dijadikan tersangka, "kata Juru Bicara Asian Agri Rudy Victor Sinaga.

Uji Agung Santosa

 

Harian Kontan, 15 Pebruari 2008 

 
< Prev   Next >