Google Translator

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

We have 2 guests online

Webmaster is ..

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday340
mod_vvisit_counterYesterday578
mod_vvisit_counterThis week1940
mod_vvisit_counterThis month4141
mod_vvisit_counterAll335799

DigitalClock

Pajak Tak Friendly, Semua Dianggap Maling PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 09 March 2010
VivaNews.com, 9 Maret 2010

Dirjen Pajak cenderung melakukan dengan cara menakut-nakuti wajib pajak.

VIVAnews - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengkritik keras cara-cara Dirjen Pajak baru dalam menjalankan tugasnya yang cenderung tidak bersahabat dengan para wajib pajak.

"Dirjen Pajak yang sekarang tidak friendly. Masa semua-semua dianggap maling," ujar Faisal di acara seminar Indonesia Economic and Market Outlook 2010 yang digelar Bank Danamon di Jakarta, Selasa, 9 Maret 2010.
Menurut dia, langkah yang dilakukan Tjiptardjo sebagai Dirjen Pajak baru untuk mendongkrak penerimaan pajak cenderung dengan cara menakut-nakuti wajib pajak. "Ini justru terkesan ingin memenjarakan orang untuk mendongkrak pajak."

Akibat cara-cara seperti itu, dia melihat sekarang wajib pajak cenderung cenderung tak mau kooperatif dengan kantor pajak. Ironisnya, rasio pajak malah menurun di saat produk domestik bruto terus meningkat. "Ini aneh, tax ratio malah turun."

Selain itu, Faisal mengungkapkan sejumlah industri justru harus mendapatkan tax holiday untuk mengembangkan perekonomian nasional. Misalnya saja untuk industri maritim dimana pelakunya membangun infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Coba, sekarang banyak pemilik kapal yang mendaftarkan perusahaannya di Singapura karena mendapatkan tax holiday dan bebas Pajak Pertambahan Nilai," kata dia.

 

Heri Susanto

 
< Prev   Next >