Google Translator

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday723
mod_vvisit_counterYesterday1085
mod_vvisit_counterThis week3607
mod_vvisit_counterThis month24883
mod_vvisit_counterAll1464666

DigitalClock

13.000 Ranmor Tunggak Pajak PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 11 September 2012
Harian Seputar Indonesia, 11 September 2012
 
BATURAJA– Kantor Samsat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), tahun 2012 ini mencatat sekitar 13.000 unit kendaraan bermotor di Kabupaten OKU menunggak bayar pajak dan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,9 miliar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dispenda Sumatera Selatan (Sumsel) Ranu Fahlevie, menjelaskan, dari 13.000 unit kendaraan tersebut. Di antaranya 12.500 unit kendaraan roda dua dan 500 unit kendaraan roda empat. “Penyebab penunggakan pajak kendaraan tersebut, karena kebanyakan mengaku kendaraan hilang atau ditarik pihak perusahaan leasing. Di samping itu memang, rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” kata Ranu,Senin (10/9).
Menurut Ranu, alasan lain OKU yang masyarakatnya petani, jadi bergantung pada hasil yang diperoleh. Musim paceklik sebagaimana terjadi saat ini, sangat memengaruhi pemasukan dari pembayaran pajak. “Sebagian besar perkerjaan warga OKU sebagai petani. Sehingga wajar jika menunggak bayar. Sebab di samping musim kemarau, pendapatan petani juga sedang anjlok,” kata dia.

Ranu berharap dengan adanya Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2012, Tentang Pembebasan Denda atas tunggalan BPKB dan BBNKB,target pendapatan pajak kendaraan dapat tercapai. Pemerintah hingga akhir tahun 2012 ini, menargetkan pencapaian pendapatan pajak kendaraan sebesar Rp56,75 miliar. Namun hingga akhir Agustus 2012, baru tercapai sekitar 63% atau sebesar Rp35 miliar. “Meski OKU sedang mengalami masa sulit atau pacelik, dengan adanya pembebasan pemutihan pajak kami optimistis, pencapaian target pajak kendaraan bermotor dapat terealisasi,”kata dia.

Sejak diberlakukannya Pergub tentang Pembebasan Denda atas tunggalan BPKB dan BBNKB mulai 30 Agustus 2012 lalu. Ranu menegaskan, sekarang telah tercatat ada sebanyak 409 unit, gabungan dari roda empat dan roda dua atau terhimpun pajak sekitar Rp54 juta. “Dengan demikian kami yakin 13.000 unit kendaraan yang nunggak bayar pajak akan menyelesaikan tunggakan mereka sebelum batas waktu pemutihan pajak berakhir. Yakni akhir Juli 2013 mendatang,” kata dia.

Terpisah, Hery,32, salah seorang warga Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, yang menunggak bayar pajak kendaraan roda dua miliknya selama tiga tahun merasa terbantu meski beban pokok pajak tetap harus dibayarnya. “Setidaknya dendayangseharusnya kami tanggung, dengan adanya pemutihan pajak beban kami dapat terbantu.Uang yang harus kami keluarkan untuk menghidupkan pajak motor, tidak terlalu besar,”kata dia.
 
< Prev   Next >