|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 24 August 2010 |
Harian Kontan,
24 Agustus 2010
JAKARTA. Tersangka kasus mafia pajak Gayus H.P. Tambunan
kembali melontarkan pengakuan yang mengejutkan, saat menjadi saksi
untuk terdakwa Komisaris Polisi Arafat. Bekas pegawai Direktorat
Jenderal Pajak itu mengaku telah memberi suap ke empat jenderal yang
bertugas di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.
Haposan (kuasa hukum Gayus) minya ke saya US$
500.000 untuk penyidik, untuk Kepala Bareskrim yang lama Pak Susno
(Duadji), Kepala Bareskrim yang Baru Pak Ito (Sumardi). Dan direkturnya
ada dua, Pak Raja (Erizman) dengan Pak Edmond (Ilyas),"ujar Gayus di
pengadilan, Senin (23/8).
Komjen Ito
Sumardi adalah Kepala Bareskrim saat ini. Pejabat sebelumnya adalah
Komjen Susno Duaji. Adapun Brigjen Raja Erizman, sebelum dimutasi
menjadi Staf Ahli Polri pada Juni lalu, adalah Direktur II Ekonomi
Khusus Bareskrim. Pejabat Direktur II sebelumnya adalah Brigjen Edmond
Ilyas.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 24 August 2010 |
Harian Kontan,
24 Agustus 2010
Terutama melakukan renegoisasi tarif pajak dan
aturan tukar menukar informasi
JAKARTA.
Setelah dengan Malaysia, pemerintah akan melakukan negoisasi ulang
Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan negara lain. Saat
ini, pemerintah sudah menekan tax treaty tersebut dengan 53
negara, termasuk sama Malaysia.
Direktur
Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo menyatakan salah satu yang akan
direnegoisasi adalah soal tarif pajak atas penghasilan. Lalu, "Diperkuat
dengan adanya pengaruh G-20 khusus untuk pasal yang mengatur tukar
menukar informasi,"katanya kemarin (23/8).
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 23 August 2010 |
|
DetikFinance.com,
23 Agustus 2010
Jakarta - Direktorat Jenderal (Dirjen)
Pajak akan menggenjot penerimaan pajak tahun 2011 dari wajib pajak
(WP) orang pribadi. Di tahun 2011, target penerimaan pajak mencapai Rp
816,4 triliun.
"Semua yang berpotensi wajib pajak orang pribadi
misalkan itu termasuk kan, kita siap-siap. Tahun 2011 ini kita sudah
mulai menyiapkan diri untuk mengola wajib pajak pribadi," ujar Dirjen
Pajak Mochammad Tjiptardjo saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta,
Senin (23/8/2010).
Untuk itu, pihaknya akan membangun Kantor
Pelayanan Pajak untuk menjaring WP orang pribadi tersebut. Rencananya,
pembangungan KPP ini akan dimulai pada beberapa kota besar di
Indonesia.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 23 August 2010 |
|
detik.com,
23 Agustus 2010
Jakarta - Gayus Tambunan mengakui
dirinya memang pernah menganggarkan uang untuk diberikan kepada pihak
Mabes Polri. Uang tersebut diberikan kepada Haposan Hutagalung untuk
diberikan kepada dua Kabareskrim, dua Direktur II Eksus Bareskrim, dan
dua Kanit III Pajak Asuransi Dit II Eksus Bareskrim.
"Yang Rp 5
miliar itu ke Mabes Polri, Kaba (Kabareskrim-red) ada dua, yaitu Kaba
Lama Pak Susno dan Kaba Baru Pak Ito. Kemudian Dir (Dir II Eksus-red)
ada dua, yang baru Pak Raja dan yang lama Pak Edmond. Kanit (Kanit III
Pajak Asuransi-red) juga ada dua," tutur Gayus dalam sidang Kompol
Arafat di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin
(23/8/2010).
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 23 August 2010 |
|
Kontanonline.com,
23 Agustus 2010
JAKARTA. Pemerintah telah merenegosiasi Persetujuan
Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan Malaysia. Renegosiasi ini
akan berlaku efektif terhadap pajak-pajak yang dipungut atas jumlah
yang dibayarkan atau dikreditkan pada atau setelah 1 September 2010.
Direktur
Jenderal Pajak Mochammad Tjiptardjo menjelaskan, P3B atau perjanjian
pajak (tax treaty) ini untuk menghindari pajak berganda.
Pasalnya, masing-masing negara memiliki ketentuan sendiri mengenai
penetapan tarif pengenaan pajak.
Setelah sekian lama perjanjian
itu bisa ditinjau ulang. Tjiptardjo mengatakan, peninjauan ulang ini
atas kesepakatan kedua negara.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 81 - 90 of 6941 |